Oleh: Ajun Pujang Anom
Sumber gambar: www.teluklove.com
Gagasan saya untuk mengadakan kajian bagi guru-guru pada saat Car Free Day, mendapat sambutan hangat. Karena itulah tak salah, apabila di bulan September 2018 akan segera diadakan pelaksanaannya yang pertama. Kemasan dalam kegiatan ini nantinya dibungkus dengan ringan. Alasannya menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Sebab Car Free Day adalah ajang bertemunya banyak kalangan di pusat kota atau Alun-Alun Bojonegoro, secara rileks. Dari yang ingin sekedar cuci mata, jogging, jualan makanan khas, dan lain sebagainya.
Dengan berkumpulnya guru-guru dalam Car Free Day, akan menambah kesemarakan acara tersebut. Dan tentu saja bagi guru, dapat melepaskan kepenatan. Setelah seminggu "berkubang" dengan tugas yang melelahkan, bisa bersantai-santai namun ada isinya. Ada edukasinya. Tidak sekedar santai biasa. Sebab tak bisa dipungkiri, tuntutan yang begitu berat pada guru. Membuat guru harus selalu up to date perkembangan. Ibaratnya baru sejenak istirahat, roda jaman sudah jauh meninggalkan.
Dengan mengambil waktu sekitar 60 menit sudah cukup, untuk me-recharge pengetahuan. Apakah cukup waktu sekian untuk membahas persoalan? Saya rasa waktu sekian, sudah pas. Jika terlalu lama, malah membuat kajian menjadi melebar kemana-mana dan tidak tepat sasaran. Apalagi niatnya memang mengisi hari libur dengan kegiatan yang bermanfaat tapi dengan suasana yang menyegarkan. Biar bugar badannya, sebelum pertemuan, diadakan jalan bareng. Jadi 60 menit jalan bareng dan makan bersama. Lalu dilanjut 60 menit selanjutnya dengan bincang-bincang.
Hasil dari kajian ini, nantinya tidak cuma dinotulenkan. Namun diwujudkan dalam bentuk buletin. Dengan buletin ini, tentunya menjadi dokumentasi gagasan. Sehingga kelak dapat menjadi acuan, penelitian, dan informasi bagi peningkatan kualitas pendidikan. Juga tak lupa dimasukkan dalam blog ini.
Bojonegoro, 15 Agustus 2018

apks pgri memang keren
BalasHapusHe he he....
HapusMohon bimbingannya pak. Demi kemajuan pendidikan di Bojonegoro.