Oleh: Ali Fatikin (Ketua PGRI Kab. Bojonegoro
Change is the law of life. And those who look only to the past or present are certain to miss the future (John F. Kennedy).
Jati diri PGRI adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan. PGRI memimpikan terwujudnya guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi. Dan hanya guru profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi yang sanggup mengantarkan peserta didik ke tepian masa depannya. Untuk sampai pada impian tersebut, PGRI menyadari tidak mudah. Banyak jalan terjal harus dilalui, banyak onak dan duri harus dilampaui. Untuk sampai ke sana, dibutuhkan pemandu yang tidak hanya tahu, tapi paham medan yang sebenarnya. Medan juang PGRI kini, bukan era lima tahun yang lalu, apalagi sepuluh tahun yang lalu. Semua telah berubah. Untuk itu "leader as our guider" should have a new strategy, since anything has already changed. Fortunately, our leader has already realized deeply about it.
Selaras dengan hal tersebut di atas, di hadapan Pengurus PGRI Prov. dan Kab./Kota Jatim, pada Sabtu, 19 Agustus 2018. Bunda Unifah mengingatkan dan menguatkan bahwa PGRI adalah kekuatan moral intelektual keilmuan. Nuansa intelektual harus mewarnai dinding-dinding perjuangan. Menyelesaikan masalah, menanggapi isu bukan dengan membawa angin "kekerasan" lewat jalan-jalan, namun lewat dialog yang berbasis data (data based driven). Sehingga perjuangan nampak lebih indah berestetika, santun, dan komunikatif, dan saintifik. Kita menang, tapi tiada yang tersakiti.
Sekali lagi the world has already changed. Altar dan landscape perjuangan pun tidak seperti dulu lagi. Strategi perjuangan yang tepat harus dicari. Tidak bisa hanya mengandalkan hard skill, soft skill pun harus disertakan. 4C nampaknya lebih pas untuk diterapkan dalam berjuang di abad ke-21 ini, yaitu COLLABORATION, COMMUNICATION, CRITICAL THINKING, dan CREATIVE THINKING.
Semoga bermanfaat. Salam PGRI dari Bojonegoro.


0 komentar:
Posting Komentar