Kedatangan beliau-beliau ini merupakan penghargaan sekaligus kepercayaan kepada kita, sebagai insan pendidik. Karena tak dapat dipungkiri Empat Pilar yang terdiri dari:
1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
2. UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR
4. NKRI sebagai Bentuk Negara dan
5. Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara
dalam pemahamannya lekat dengan dunia pendidikan. Sebab lewat guru, pemasyarakatan pilar-pilar tadi akan terencana dan terpola sebagaimana mestinya. Sehingga output yang diharapkan akan termanifestasi dengan baik.
Sudah kita ketahui bersama saat ini dan termaktub pula dalam TAP MPR No. VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Dalam TAP MPR itu disebutkan ada dua faktor, yaitu internal dan eksternal.
Faktor internal ini berisi tentang:
1. Masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit.
2. Pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan.
3. Kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan.
4. Kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa.
5. Tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.
Sedangkan faktor eksternal terdiri dari dua hal, yaitu:
1. Pengaruh Globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam.
2. Makin kuatnya intensitas intervensi global dalam perumusan kebijakan nasional.
Melihat kedua hal tadi, gawe antara MPR RI dengan PGRI Kabupaten Bojonegoro untuk menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar kiranya sudah tepat dan memang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, 300 undangan yang terdiri dari Pengurus Cabang PGRI Se-Kabupaten Bojonegoro ini diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing dalam pelaksanaannya. Sehingga masyarakat dan kelak generasi penerus bangsa, terbentengi dari pengaruh buruk, baik yang berasal dari dalam negeri maupun datangnya dari luar negeri.
Bojonegoro, 26 November 2018

Matoh tenan
BalasHapus