:::: MENU ::::

Selasa, 28 Agustus 2018

Oleh: Ajun Pujang Anom

Sumber gambar: www.theodysseyonline.com

Jangan khawatir, wahai guru muda, jika merasa belum mampu mengajar dengan baik! Jangan mengira tingginya usia mengajar berkorelasi positif dengan hebatnya kompetensi. Sekali-kali tidak. Buktinya mana? Ya saya ini contohnya.

Kemampuan mengajar dengan baik berbanding lurus dengan kemauan guru untuk selalu berubah ke arah yang lebih baik. Yang selalu memantaskan diri untuk menyajikan yang terbaik. Tak sudi berpegang pada kata gugur kewajiban. Apa yang dilakukannya ditenagai dengan daya religiusitas yang tinggi.

Maka yang akan diungkap di bawah ini, bisa menjadi kaca benggala, bagi segenap insan pendidikan, tentang bagaimana penyikapannya sewaktu di kelas. Karakter-karakter berikut bukanlah karakter-karakter yang dibutuhkan di segala jaman dan peradaban. Tapi anehnya, sebagian guru tak merasa melakukannya. Kerapkali ketika proses dan hasil pembelajaran tak sesuai, korban yang pertama, pasti murid. Korban yang kedua, siapa lagi kalau tidak kepsek. Kedua elemen ini, paling sering dicap trouble-maker. Berapa guru yang jantan menepuk dada untuk berkata, "Saya yang salah"?

Dan inilah watak yang layak untuk diraba dalam diri kita sebagai guru. Apakah kita setiap hari melakukannya?

1. Guru Bosan
Ini adalah tipe guru yang bikin eneg. Gimana nggak eneg? Jarang menerangkan, tapi suka perintah, kerjakan halaman ini dan itu. Suka tinggalkan kelas. Murid yang tak bisa, langsung dinyinyiri dengan sadis. Kalau dipikir ini guru apa kompeni, yak? Sudah gitu, casingnya jauh dari kata menawan. Apa memang tak punya cermin di rumah?

2. Guru Kantuk
Guru dengan sifat ini, bukannya tak hebat. Hebat sih, kalau disuruh menerangkan. Tapi ya itu, kayak kereta. Jug-ijag-ijug-ijag-ijug. Kepanjangan tausiyahnya. Walhasil, suasana kelas bisa berubah menjadi area pemakaman. Memang muridnya pada ketakutan? Nggak sih, namun menahan kantuk yang datang tak terperi.

Sebenarnya masih ada yang lain. Tapi karena saya sudah capek, dan mungkin yang baca sudah ngeh. Ya sudah dua tipe ini sajalah dulu.

Bojonegoro, 28 Agustus 2018

0 komentar:

Posting Komentar