Oleh: Ajun Pujang Anom
Sumber gambar: getwallpapers.com
Jika seorang guru ditanya tentang APKS, mungkin pikirannya akan melayang. Dan bisa jadi mengatakan itu adalah sebuah nama partai atau underbow-nya lah. Tentu perkataan ini, tak dapat dipersalahkan. Yah, karena memang namanya agak mirip sih.
Lantas apakah memang APKS, merupakan sebuah partai atau bagiannya? Tentu jawabannya tidak. APKS ini tak ada kaitannya sama sekali dengan partai dan segenap tetek bengeknya. APKS adalah kependekan dari Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis. APKS ini merupakan salah satu "organ" baru dalam PGRI. Jadi sangat wajar, bila belum banyak guru yang tahu. Apalagi beberapa kabupaten/kota baru berencana membentuknya dan sedang dalam tahapan sosialisasi.
Mengapa APKS didirikan? Apakah tak cukup PGRI saja? Jawabannya secara hiperbolik adalah, APKS hadir sebagai kawah candradimuka-nya guru. Di APKS inilah potensi dan kompetensi guru akan digodok dengan matang.
Melihat hal ini, sudah terang benderang bahwa APKS ini dibentuk, untuk memfasilitasi proses pengembangan diri guru. Sebab kerja-kerja yang dilakukan APKS terkait dengan pelatihan, penelitian dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya.
Makanya sangat diharapkan, keberadaan APKS ini mendorong peningkatan/perbaikan guru. Bukannya merongrong dan memandekkan proses tersebut. Untuk itu diperlukan dukungan, support dari seluruh guru di Indonesia. Akan ikhtiar nyata PGRI dalam menginisiasi kebutuhan pendidik. Sehingga guru menjadi melek skill dan melek kompetensi. Dan dapat melepaskan dari ledekan satire selama ini.

0 komentar:
Posting Komentar