:::: MENU ::::

Rabu, 05 September 2018

Oleh: Ajun Pujang Anom

Pagi ini, ketika kuberangkat ke sekolah, terkejut melihat seorang perempuan. Bukan sosoknya yang buatku terkejut, tapi rambutnya. Rambutnya yang begitu panjang, tersibak, saat hijabnya yang cukup panjang berkibar-kibar.

Kisah di atas adalah contoh bagaimana seorang penulis memanfaatkan realitas di sekelilingnya. Dan ini menegaskan, bahwa gagasan itu dapat digali dari situasi apapun. Serta kita olah sesuai selera kita. Apakah tetap kita kemas dalam kondisi faktual ataukah fiktif. Dapat juga sebaliknya. Bahkan dicampur-adukkan menurut kebutuhan. Ini adalah hal yang sah-sah saja.

Seperti cerita di paragraf awal, penulis bisa menuturkan lanjutannya secara nyata atau dibumbui "khayalan". Beginilah lanjutannya, jika memilih fiksi, "Aku merasa sesiang nanti, akan digerayangi keanehan. Aneh rasanya mengalami perasaan ini. Seperti aneh di atas aneh." Demikianlah kisah nyata yang dibalut dengan cerita "palsu".

Lihatkan, betapa mudahnya menangguk ide. Cukup menuangkan kejadian riil dalam bentuk tulisan. Jika masih ada yang membantah, bahwa yang dimaksud ide itu adalah tentang tulisan yang berbau ilmiah. Ini mekanisme juga sama, tinggal mengganti judul di atas yang ala-ala sinetron dengan yang "saintifik" seperti "Hubungan Hijab Syar'i dengan Keselamatan Berkendara". Bagaimana, syahdu bukan judulnya? Apalagi dibuka dengan kalimat yang sangat menohok, "Apakah orang yang mementingkan keselamatan pribadi dibandingkan umat, layakkah diganjar surga?"

Perhatikan empuk banget kan? Hal yang nyata dikupas menjadi tajam. Ini bukti lagi, bahwa gagasan bertebaran dimana-mana. Tinggal kita menjumputnya. Terserah mau kita apakan. Karena kita adalah koki dari tulisan kita.

Tentu sebagai koki tulisan harus melewati tahapan trial and error, sebelum dapat meracik dengan sempurna. Makanya tak ada kemampuan yang makjegagik, makbedunduk, dan makpecungul (langsung bisa) dalam kepenulisan. Semua butuh proses.

Bojonegoro, 5 September 2018

Categories: , ,

0 komentar:

Posting Komentar