:::: MENU ::::

Sabtu, 18 Agustus 2018

Oleh: Ajun Pujang Anom


Pagi-pagi ini (tgl. 19 Juli 2018) setelah istirahat, saya "dikejutkan" murid-murid saya Kelas IV. Tak ada angin, tak ada hujan, mereka telah membuat reka ulang hasil karya kakak-kakak kelas mereka, berupa pot bunga dari bambu dengan bunga dari ranting dan klobot, ditambahi dengan bunga bougenville. Terlihat begitu indahnya. 

Tentu kreativitas macam ini tak boleh mengering begitu saja. Harus di-support, difasilitasi. Dan demi mewadahi kreativitas itu, maka tak keliru rasanya, saya membuat beberapa program pengembangan diri untuk lebih mendongkrak potensi yang mungkin belum muncul. Untuk sementara, ada empat program pengembangan diri dengan basis religi dan budaya. Adapun program-program tersebut dikemas dalam bentuk klub-klub, yaitu:
  1. Kuaci (Klub Santri Cilik)
  2. Kunyit (Klub Menyanyi dan Literasi)
  3. Ketela (Klub Keterampilan Tangan)
  4. Kucai (Klub Baca-Tulis Hanacaraka)
Dengan berbentuk klub, arus tenaga, pikiran, serta modal dapat tertata dengan rapi. Sehingga memudahkan untuk mencermati kemana arah pengembangan diri siswa.

0 komentar:

Posting Komentar